Mon - Sat : 7:00AM to 9:00PM Wisata Payau No.99 Tritih Kulon Cilacap Utara 53233
Fast Line: (+62) 812-7337-8800

RESEP JITU KEPATUHAN TENAGA KERJA DUNIA KONSTRUKSI TERHADAP REGULASI (ANTARA REWARD & PUNISHMENT)

 

Assalammualaikum Wr. Wb.

 

Salam Safety

 

Yang terhormat seluruh rekan praktisi K3 di seluruh Indonesia yang tergabung dalam Keluarga Besar HSE Indonesia, ijinkan kami berbagi resep jitu terkait kepatuhan tenaga kerja dunia konstruksi terhadap regulasi (antara reward & punishment).

 

Seperti kita ketahui bersama, bahwa potensi bahaya dan resiko di dunia konstruksi terutama di Indonesia cukup tinggi, baik yang melibatkan tenaga kerja, alat, bahan, maupun proses produksi, sehingga perlu di lakukan penanganan dan pengendalian terutama di bidang keselamatan dan kesehatan kerja.

 

Sedangkan penanganan dan pengendalian bisa berupa penerapan regulasi yang dibuat oleh Pemerintah maupun Perusahaan, atau dalam wujud pengembangan sumber daya manusia, untuk mencegah terjadinya suatu kejadian atau accident yang dapat merugikan kedua belah pihak, dan kendala fundamental atau mendasar adalah ketidak patuhan tenaga kerja terhadap penerapan regulasi yang sudah ada.

 

Ketidak patuhan tenaga kerja terhadap suatu regulasi atau aturan, terjadi karena beberapa hal :

  1. Tingkat pendidikan yang rendah, sehingga sangat berpengaruh terhadap tingkat pemahaman terhadap suatu regulasi atau aturan
  2. Tingkat pendapatan yang rendah belum terpenuhinya kepatuhan perusahaan terkait masalah noormatif ketenagakerjaan (UMK, BPJS, Upah Lembur dll).
  3. Tingkat Psikologis masing-masing tenaga kerja.

 

Dari hal-hal tersebut diatas dapat memicu basic cause terjadinya suatu potensi bahaya dan resiko, jika tidak segera di kendalikan, karena di bidang keselamatan dan kesehatan kerja sendiri, dari tahap mulai perencanaan sampai dengan pelaksanaan, tidak bisa lepas dari aturan atau regulasi yang ada.

Dan di dunia keselamatan dan kesehatan kerja sendiri banyak sekali aturan yang didalamnya ada unsur mulai dari pembinaan, teguran, sampai dengan sanksi, untuk itu perlu kejelian kita dalam menerapkan suatu aturan atau regulasi yang ada dengan tenaga kerja.

 

Resep Jitu yang dapat kami berikan berdasarkan pengalaman kami berada di dunia K3 Konstruksi, adalah sebagai berikut :

 

  1. Persuasif

Dengan pendekatan secara persuasif minimal kita bisa mengetahui beberapa masalah yang di hadapi tenaga kerja kita, baik dari segi pekerjaan, psikologis maupun pribadi, sehingga dapat tercipta komunikasi dua arah yang dapat menimbulkan win solution baik tenaga kerja maupun kita sebagai seorang praktisi K3.

 

  1. Edukatif

Pendekatan ini bertujuan pada saat tenaga kerja melakukan suatu tindakan yang dapat menimbulkan suatu potensi bahaya dan resiko, dapat sedini mungkin kita ingatkan dan memberikan penjelasan terkait tindakan yang sudah dilakukan, dan memberikan edukasi baik terkait regulasi atau aturan yang sudah ditetapkan.

Dari penjelasan sedikit banyak diatas kita sudah melakukan pembinaan, sesuai :

  • UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja Bab III Ps. 3, Bab V Ps. 5
  • UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 11, 86 & 87
  • PP No. 50 Tahun 2012 tentang Sistim Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja Ps. 2, 12

 

Pada akhirnya evaluasi dari resep jitu diatas dapat kita pakai sebagai acuan, apakah tenaga kerja kita berhak mendapatkan “ Reward” atau “Punishment”, sehingga apa yang menjadi tujuan akhir kita sebagai seorang praktisi di bidang K3, yaitu terciptanya situasi kerja yang aman, lingkungan kerja yang aman dan berdampak naiknya produktifitas karyawan.

Semoga apa yang kami sampaikan diatas minimal dapat menjadi acuan atau bahan rekan praktisi K3 di manapun berada.

Akhir kata, tidak ada gading yang tak retak, mohon maaf apabila ada kata yang salah atau kurangnya kami dalam penyampaian data dan penulisan.

 

Wassalammualaikum Wr. Wb.

 

Hayu Dwi Indrayanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *